8 Fakta Menarik Seputar Kopi Arabika yang Wajib Kamu Tahu
Arabika adalah salah satu jenis kopi yang paling sering kita temui di Indonesia, baik di kafe favorit maupun secangkir kopi yang kamu seduh di rumah.
Nah, di balik rasanya yang digemari banyak pecinta kopi, ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum kamu tahu. Yuk, kenalan lebih jauh dengan kopi arabika lewat fakta-fakta seru berikut ini!
8 Fakta Menarik Kopi Arabika yang Wajib Diketahui
1. Arabika adalah Jenis Kopi Paling Banyak Dinikmati di Dunia
Dari sekian banyak jenis kopi yang ada, arabika merupakan varietas yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi secara global. Rasanya yang lembut dan aromatik bikin banyak orang jatuh hati, baik yang baru mulai ngopi maupun yang sudah jadi penikmat berat.
Hal ini didukung oleh data International Coffee Organization (ICO) yang dihimpun oleh Katadata, volume produksi arabika pada 2020 mencapai sekitar 105 juta karung (60 kg per karung), jauh melampaui robusta yang hanya sekitar 70 juta karung di tahun yang sama, atau setara sekitar 60% dari total produksi kopi dunia.
2. Awalnya Ditemukan di Ethiopia, Bukan di Jazirah Arab Seperti Namanya
Meskipun namanya “arabika”, kopi ini sebenarnya pertama kali ditemukan di dataran tinggi Ethiopia, bukan di Jazirah Arab. Menurut National Coffee Association (NCA), pohon kopi arabika merupakan keturunan langsung dari pohon kopi asli yang tumbuh liar di Ethiopia, sebelum akhirnya dibudidayakan di Semenanjung Arab dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
3. Rasanya Cenderung Lebih Halus dengan Sentuhan Acidity Segar
Salah satu alasan kopi arabika begitu digemari adalah rasanya yang halus dan berkarakter fruity, serta ditambah sentuhan acidity yang segar dengan aroma cenderung ke arah floral lembut. Ini yang membuat arabika sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang gemar menikmati kompleksitas rasa kopi.
Contohnya bisa kamu temukan pada kopi kapsul Bali Kintamani Unakaffe System yang memiliki rasa orange peel, grapefruit, dan roasted nut, dengan tingkat acidity medium yang segar. Atau, kamu juga bisa coba kopi kapsul Luwak Unakaffe System dengan karakter fruity red plum dan red grape yang lembut.
4. Kandungan Kafeinnya Lebih Rendah Dibanding Jenis Kopi Lain
Dibandingkan kopi robusta, arabika memiliki kandungan kafein yang lebih rendah, hanya sekitar 0,4-2,4% dari total berat keringnya. Kadar kafein yang rendah ini membuat rasanya jadi lebih smooth dan nggak terlalu intens. Cocok untuk pemula maupun orang-orang yang baru pertama kali mau mencoba kopi.
Kalau kamu penasaran soal perbedaan lengkap antara keduanya, yuk bisa baca lebih detail di artikel sebelumnya tentang perbedaan kopi robusta dan arabika.
5. Tumbuh Subur di Dataran Tinggi yang Sejuk
Arabika tumbuh di dataran tinggi dengan suhu sejuk antara 18–21°C, umumnya di ketinggian 800-1.700 mdpl, bahkan ada yang tumbuh di atas 2.000 mdpl seperti kopi Toraja. Suhu yang sejuk ini membuat buah kopi matang lebih lambat sehingga proses kultivasinya jadi lebih lama dibandingkan kopi lain. Namun, hasil akhirnya sepadan dengan karakter rasa yang lebih kaya.
Kamu bisa merasakan langsung hasil dari proses tumbuh yang panjang ini lewat kopi kapsul Toraja Unakaffe System, dengan body bold velvety serta sentuhan cocoa dan grapefruit yang khas.
6. Butuh Perawatan Ekstra Karena Lebih Sensitif terhadap Cuaca
Arabika lebih sensitif soal perubahan cuaca. Kelembaban udara, curah hujan, hingga suhu harus dijaga dalam kondisi tertentu supaya pohonnya bisa tumbuh optimal. Maka dari itu, nggak heran kalau proses kultivasinya butuh perhatian ekstra dari petani, mulai dari tahap penanaman hingga panen yang harus dilakukan manual.
7. Arabika Melakukan Penyerbukan Sendiri
Tanaman kopi arabika bersifat self-pollinating alias bisa membuahi dirinya sendiri. Ini terjadi karena struktur bunganya hermafrodit, memiliki putik dan benang sari sekaligus sehingga tanaman kopi arabika tidak butuh bantuan angin atau serangga untuk penyerbukan. Sifat unik ini justru menjaga konsistensi karakter genetiknya dari generasi ke generasi sehingga kualitas rasa arabika tetap terjaga walaupun ditanam turun-temurun.
8. Sebagian Besar Kopi Khas Indonesia yang Terkenal Berjenis Arabika
Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, banyak kopi Nusantara yang namanya sudah mendunia memiliki jenis arabika, seperti kopi Toraja, kopi Mandheling, kopi Kintamani, hingga kopi Gayo. Keberagaman origin atau daerah asal-usul ini jugalah yang membuat setiap daerah punya karakter rasa khasnya masing-masing.
Ini Baru Soal Arabika, Masih Ada Cerita Seru Lainnya
Arabika memang salah satu jenis kopi paling digemari, tetapi ceritanya nggak berhenti sampai di sini. Nantikan juga fakta-fakta seru seputar jenis kopi lainnya di artikel selanjutnya, ya! Kamu juga bisa mempelajari lebih lanjut mengenai kopi arabika yang tumbuh di Bali, Toraja, Flores, dan Mandailing lewat artikel kami sebelumnya.
Sambil menunggu, yuk kenalan lebih jauh dengan ragam kopi arabika Nusantara lewat kopi kapsul single origin Unakaffe System. Cukup dengan satu kali klik di mesin kopi kapsul Unakaffe System, kamu bisa menikmati kopi ala kafe dengan karakter rasa khas daerah asalnya, tanpa perlu keluar rumah lagi.
Cek varian kopi kapsul Unakaffe System selengkapnya di sini, atau kunjungi Unakaffe System untuk tahu lebih lanjut soal rangkaian mesin kopi kapsulnya!
